Luntang-lantung, entah kemana
Bumi berputar pada porosnya, berevolusi pada sang sumber cahaya, matahari. Seperti mesin, siang menjadi malam, kemarau menjadi hujan, dan sebaliknya. Setelah Adam dan Hawa turun ke bumi, tak ada yang berubah. Semuanya bekerja sesuai pekerjaannya untuk menjaga kehidupan makhluk yang masih hidup. Betapa membosankannya, sahut bumi. Berserakan binatang dengan akal dan tanpa akal yang berhasrat. Nafsu mengantarkan makhluknya pada keinginan memenuhi hasrat. Camelia mengisap dengan nikmat sambil merasakan kehangatan, sedangkan di luar hujan gerimis mengguyur rumah dan jalanan dan benda benda. Menurutnya, tak ada yang lebih nikmat dari ini. Apa yang kalian bayangkan? Camelia sedang mengisap rokoknya di penghujung hari. Karena belum pernah merasakan kenikmatan yang lebih nikmat dari ini, maka inilah kenikmatan yang menurutnya paling nikmat sekarang. Hidupnya tak teratur, tidak seperti berotasi dan berevolusinya bumi, tetapi dia berada dalam dimensi bernama kehidupan di bumi sehingga mau ta...