Luntang-lantung, entah kemana
Bumi berputar pada porosnya, berevolusi pada sang sumber cahaya, matahari. Seperti mesin, siang menjadi malam, kemarau menjadi hujan, dan sebaliknya. Setelah Adam dan Hawa turun ke bumi, tak ada yang berubah. Semuanya bekerja sesuai pekerjaannya untuk menjaga kehidupan makhluk yang masih hidup. Betapa membosankannya, sahut bumi.
Berserakan binatang dengan akal dan tanpa akal yang berhasrat. Nafsu mengantarkan makhluknya pada keinginan memenuhi hasrat.
Camelia mengisap dengan nikmat sambil merasakan kehangatan, sedangkan di luar hujan gerimis mengguyur rumah dan jalanan dan benda benda. Menurutnya, tak ada yang lebih nikmat dari ini. Apa yang kalian bayangkan? Camelia sedang mengisap rokoknya di penghujung hari. Karena belum pernah merasakan kenikmatan yang lebih nikmat dari ini, maka inilah kenikmatan yang menurutnya paling nikmat sekarang.
Hidupnya tak teratur, tidak seperti berotasi dan berevolusinya bumi, tetapi dia berada dalam dimensi bernama kehidupan di bumi sehingga mau tak mau hidupnya tak teratur namun beraturan. Tak ada yang lebih menyedihkan daripada hidup di planet ini. Dia berpikir bagaimana jadinya bila dia hidup di bulan atau di pluto atau di saturnus atau di jupiter. Akankah kucing bukan bernama kucing? Apakah hawa nafsu akan mati di luar bumi? Warung di sana menjual rokok atau tingwe? Akan lebih sejuk dan menyenangkan, pikirnya.
Dia memimpikan menanam dan merawat bunga daisy di pekarangannya. Bukan hanya daisy, dia ingin membredel teman-temannya juga seperti melati, mawar, tulip, dan bunga matahari, berharap bunga matahari akan menghasilkan kwaci yang melimpah sehingga dia tak perlu lagi bekerja untuk mengisi perutnya yang terlewat lapar dan merengek 'krwuk krwuk' minta diisi. Jika tanah air pluto adalah gunung berapi yang dengan mudah dapat membakar bunganya, maka kita coret pluto dari list hunian sejuk dan nyaman bergaya klaster atas.
Kucing adalah teman yang tepat untuk menemaninya rebahan nanti. Maka dia harus membeli oksigen dan bola kaca seukuran kepala kucing agar dia bisa membawa kucingnya untuk tinggal bersama. Jangan sarankan dia untuk membawa kucing manja seperti kucing anggora atau persia. Hanya kucing yang tangguh yang akan dia hidupi dan yang akan tahan banting tinggal bersama Camelia.
Waktu luang apa ya yang tepat untuk dilakukan? Tukang arit dan petani sayuran sepertinya sangat cocok karena kegiatan ini melatih kedisiplinan dan kesabaran selama hidup. Selain perawatannya yang harus ekstra, hasilnya pun bergantung pada situasi dan kondisi alam. Sungguh melelahkan.
Bulan terlalu pucat, tapi bersinar begitu gagahnya. Bulanlah salah satu penyebab pasang surutnya air laut. Apakah bulan adalah tempat tinggal para penguasa air? Sepertinya akan rentan banjir di sana. Untuk meyakinkan asumsi sementara, perlu dilakukannya survey mendalam.
Untuk mendukung semua pencapaiannya, Camelia memutuskan untuk ke jupiter, karena lokasinya tidak dekat dan tidak jauh dari matahari, serta lahannya yang luas memungkinkannya untuk dapat memiliki kebun yang banyak dan membuat hutan bunga matahari demi memenuhi kebutuhan hidupnya kelak. Jika ingin berenang, Camelia akan terbang ke bulan. Semoga semesta mendukung meskipun semesta gak pengen-pengen banget untuk mendukung.
Pada waktu yang belum ditentukan, Camelia melayang menuju mimpinya di penghujung hari, mimpi yang tak akan menjadi impian karena dibutuhkan modal yang bombastis untuk menggapainya. Tak ada yang tak bisa adalah kalimat nomor satu saat ini yang paling tidak realistis. Selamat!

Komentar
Posting Komentar