Postingan

Menampilkan postingan dari 2024

Aku, tumbalmu

Gambar
Sesak Terhimpit pembangunan Tertindih beratnya kehidupan Kami yang menanam tapi para bejat yang menuai Tempatku berpijak beralas batu tajam Di situ jalan pintas Tapi ujungnya jurang kehancuran Menilik dinasti, aku hanya tertawa meringis Aku hanya punya sedikit makna Semakin terkikis dimakan rezim Melankolis dibuatnya Apa aku tak layak mencapai kesederhanaan yang tak muluk-muluk? Nuraniku menangis tersendat Mengikuti naluri manusia bertahan hidup Para bejat, kau andil besar dalam hal ini!