Entah apa yang mewarnaimu. Krayon, cat air, spidol , atau bahkan pensil tak berwarna? Tetap saja meninggalkan sesuatu meski hanya guratan. Aku selalu bertanya-tanya. Meski hanya guratan, apakah akan baik-baik saja? Apa aku bisa menganggapnya suatu anugerah? Ya, tentu saja. Itu lebih baik daripada tidak sama sekali. Meski mudah terhapus, meski tipis dan tak beraturan. Apa salahnya? Mungkin sementara tetapi... aku harap dunia ini tak akan pernah kehabisan pensil. Apakah cat air akan terlupakan? Atau bahkan warna sudah tertolak? Entah.
Tidak apa-apa, meski khayal terasa luas sedang realitas terlihat sempit. Apapun yang terjadi, fajar tetap menyingsing dengan matahari yang sama. Waktu tetap berjalan beriringan dengannya. Hanya ada masa lalu dan saat ini, meski mata tak dapat mengurai warna matahari. Tidak apa-apa meski malam menjadi akhir dan awal segalanya.

Komentar
Posting Komentar